Sabtu, 25 Agustus 2012

Cerpen (sudut pandang orang ketiga)


Lo, Gue, jangan pernah END
Merara A Melati
Maudy,  Rivta, Neva dan Rana, adalah empat sekawan yang saling melengkapi, mereka sudah berteman sejak  SMP, walau pun mereka mempunyai kepribadiaan  yang berbeda, namun janji untuk selalu bersama selalu mereka tepati sampai saat ini.

“Bersama kita akan kuat,
Tak akan ada yang bisa menggoyahkan kita,
Rasa ini akan selalu sama,
Aku tanpa mu, bukan apa-apa,
Sahabat segalanya,
Kita selamanya,
You and Me never END.” Itu lah janji yang slalu mereka pegang.

Maudy adalah anak satu-satu nya dalam keluarga nya, dia masih  ke kanak-kanak an, dia keras, emosian,dan kadang-kadang  memiliki selera humor yang tinggi.  Dia adalah anak yang pintar, itu terbukti dengan selalu memegang  juara umum di sekolahnya, Dia orang  yang  slalu penuh dengan rahasia, tidak  pernah terbuka pada  teman-temanya.
Rivta anak yang cerewet,  tapi  selalu ceria,  dan  jarang sekali  menangis, slalu tersenyum, Rivta lah yang bisa bersikap paling dewasa diantara mereka.
Neva adalah anak yang paling cengeng diantara teman-teman nya. Tapi walau pun cengeng, dia termasuk cewek  yang aktif dalam organisasi, buktinya sekarang dia menjabat sebagai ketua umum osis di sekolah.
Yang terakhir,Rana. Dia adalah anak dari keluarga broken home, pantas saja kalau dia menjadi anak yang kurang perhatiaan, dan juga  sedikit bebas pergaulannya.

***

Sahabat yang sejati itu perlu di uji, begitu lah yang sering dialami oleh maudy dan kawan-kawan, seringkali persahabatan mereka nyaris hancur, tapi ternyata mereka belum siap untuk berpisah, dan akhirnya bersatu kembali.
***
Seperti biasa setiap hari minggu adalah hari untuk mereka have fun.  Kadang-kadang  mereka pergi main ke rumah Maudy, atau jalan-jalan kemana saja mereka suka. kali ini  mereka akan pergi main kerumah salah satu teman SMP mereka dulu,namun agak sedikit berbeda karna hanya ada Rivta dan Maudy, sedangkan Rana dan Neva tidak diketahui batang hidung nya.

“Datang juga lo ta.” sapa Maudy pada Rivta yang baru datang.
“Yaiyalah gue datang,
kan kita udah janjian.” Sahut Rivta.
“Tapi mana anak yang lain,
Udah jam berapa nih sekarang ??” Balas Maudy, dengan ketus.
“Mungkin bentar lagi kali, dy.”
“udah lah, lo pulang aja!
Mood gue udah ilang.”  Usir Maudy, sambil membanting pintu.

***
Di sekolah pun, Maudy tak mau bicara dengan sahabat-sahabat nya, terlalu berlebihan memang, hanya karna mereka tidak datang kemarin Maudy  mendiami  mereka.  Namun karena mereka sudah terlalu  mengenal Maudy, jadi mereka tidak mau mengganggu nya, nanti  juga dia akan baik sendiri.

***
Siang ini, ada pelajaran Kimia, mereka di bagi menjadi beberapa kelompok,yang masing-masing kelompok terdiri atas empat  orang. Dan ternyata mereka berempat tergabung dalam satu kelompok untuk mengerjakan tugas itu.
Hari minggu besok, mereka bermaksud untuk membuat tugas itu di rumah maudy, semua nya setuju. Begitu  juga dengan  Maudy walaupun ia tak bicara kepada mereka.
“Minggu besok,
 kita mau ngerjain tugas kimia di rumah Maudy
boleh kan Dy ??.” Seru Rivta.
“Iya.” Sahut Maudy.
“Ada yang nggak bisa hadir ??
Kalo ada yang nggak bisa,
Bilang sekarang,
biar kita cari hari lain,
dari pada acara kita berantakan.” Sambung Rivta.
“bisa kok.” Jawab Neva.
“Iya, gue juga bisa kok.” Sambung Rana.
“ok ! kita mulai jam 11.00 wib. Dan kalian harus datang sebelum jam 11.00 wib.”
“Lo  semua jangan pada ngomong aja dong,
Kalo janji itu di tepati.” Timpal Maudy.
Yang lain nya Cuma manggut-manggut.
***
Sekarang adalah hari mingggu, seperti yang mereka rencana kan bahwa hari ini mereka akan melakukan tugas kelompok kimia  di rumah Maudy. Tapi ternyata apa yang di duga Maudy tepat sekali. Sampai jam 11.45 wib baru Rista sama Neva yang datang.
“Ta, si Rana  kemani sih??
Jam segini belum juga nonggol.” Maudy memulai pembicaraan.
“Gue juga nggak tau Dy,
Gue udah hubungi,tapi  gak diangkat-angkat”. Sahut Rivta.
“kalo gitu kita mulai aja lagi .”
“tapi, gak komplit dong jadinya.”
“salah siapa,??
Jam segini belum datang,
Di hubunggi, gak bisa.
udah lah nungguin dia sampai jamuran juga gak bakalan datang.”
“yaudah lah,
Terserah lo.” Jawab Neva.

Hampir selesai Mereka bekerja, barulah Rana muncul. Dengan rasa bersalah Rana meminta maaf kepada teman-teman nya.

“Semuanya, maafin gue ya?? ” sapa Rana yang baru datang.
“ngapain lo datang?? ”cerocos  Maudy melihat Rana.
Rana yang merasa bersalah Cuma menunduk.
“bukan nya urusan lo lebih penting dari pada tugas ini ?? ” sambung maudy.
 “emangnya lo kemana sich Na,
Sampe-sampe lupa,
 kalo hari ini jadwalnya kita kerjain tugas kelompok,
Lo pikirin dong yang lain nya,
bukan cuma lo aja yang rugi, yang lain juga bakal  ikutan rugi.” Serbu Neva.
Rana kembali tertunduk tanpa jawaban.
“tu kan, lo gak bisa jawab,
Gak ngasih informasi,
Trus sekarang ditanya, lo nggak bisa jawab
 Lo pasti  habis jalan-jalan sama cowok lo yang baru kan, .” Sambung Maudy.
Rana yang dari tadi diam, mulai terpancing emosi.
“lo pikir gue cewek apaan,
Gonta-ganti cowok,
Kalo ngomong mulut itu dijaga ya!”
“emang kenyataan nya kan,
Semua orang  juga tau, kalau lo itu,
Yang suka gonta-ganti pasangan.”
“ jangan sembarang ngomong lo,
Lo iri  nggeliat gue?
 gue bisa deket sama banyak  cowok,
Sementara elo,
gak ada cowok yang mau sama lo.”
“eh, lo jangan semabarang an menghina gue.”
“kenyataan nya,
 nggak ada cowok yang mau sama cewek singa kayak lo.”
Rivta dan Neva yang menonton pertengkaran mulut itu Cuma garuk-garuk kepala yang sebenarnya gak gatal sama sekali.
“STOP!!!!
kenapa sich kalian jadi ribut gini.” Potong Rivta

***
 Semenjak cekcok mulut antara Maudy dan Rana, kini mereka tampak jarang  bersama. Rivta dan Neva sebagai sahabat yang baik tak ingin melihat persahabatan mereka hancur  cuma karna masalah yang kecil itu.

Rivta mencoba memberi pengertian kepada Maudy dan Rana, untuk bisa saling memaafkan.
“Maudy, Rana,
Tolong dengerin gue,
Sebagai seorang sahabat,
Gue nggak mau kalian  kayak gini.
Gue cuma mau lo berdua baikkan,
Kita udah temenan lama banget,
Kita tau donk  pribadi masing-masing
gak mungkin cuma karna masalah itu,
kita jadi renggang ,
persahabatan kita itu kuat .” Rivta menjelaskan
Rana tampak nya mulai tergerak untuk meminta maaaf, tapi tidak  dengan Maudy.
“Rivta, maafin gue ya.” Rana mulai tersentuh.
“lo nggak perlu minta maaf ke gue,
Lo harusnya minta maaf  ke Maudy.” Sambung Rivta.
“Dy, lo mau maafin gue??”
Maudy Cuma diam seribu bahasa, tanpa menghiraukan Rana.
            “Dy, tolong  maafin Rana,
            Demi persahabatan kita.”
Maudy kini mulai sedikit tersentuh, dia coba melirik Rivta, Neva dan juga Rana.
“ iya gue maafin lo kok Na,
Gue juga minta maaf  ya sama lo.” Maudy mulai bersuara.
“pasti gue maafin elo Dy.” Jawab Rana tanpa ragu.
“nah, sekarang gak boleh lagi ada tangisan diantara kita, kita harus slalu tersenyum pada dunia kalo kita itu kuat.” Sambung Rivta.
“tapi kayak nya sekarang kita bakalan nangis deh,” Neva angkat suara.
“lha, emang nya kenapa Va,?” tanya Rana heran.
“tugas kelompok kimia kita, tinggal di rumah gue.” Jawab Neva pelan.
Serempak  Maudy,Rivta,dan Rana bersorak.
            “Nevaaaaaaaaaaaaaa................”

The end

***

1 komentar: